SEMANGAT BARU
sadar kah kita, setiap hari kita bekerja dan bekerja selalu sibuk dgn rutinitas kerja setiap hari, Tanpa kita sadari begitu banyak waktu yg terbuang hanya untuk mengejar dunia, kita selalu di sibuk kan dgn urusan dunia, sehingga hari demi hari yg kita lalui kita pun me rasa jenuh Dan kinerja kita pun semakin menurun Dan tak bersemangat lagi, oleh sebab itu luangkan waktu untuk merefresh kembali pikiran kita, sisi spiritual kita, cobalah untuk istirahat sejenak dgn menenangkan hati Dan pikran kita, cobalah untuk meluangkan waktu kita untuk melihat lingkungan sekitar kita, melihat Dan merenungkan apa yg terjadi disekitar kita mencoba meluangkan waktu untuk keluarga kita, serta mendekat kan diri kita kepada Allah swt. Dengan begitu kita pun bisa berpikir dgn tenang Dan bisa bersemangat kembali untuk memulai pekerjaan.
Ada sebuah cerita tentang seorang penebang kayu, yg bisa kita renungkan untuk bisa memotivasi diri kita untuk menjadi manusia lebih baik lagi.
Alkisah, seorang pedagang kayu menerima lamaran seorang pekerja untuk menebang pohon di hutannya. Karena gaji yang dijanjikan dan kondisi kerja yang bakal diterima sangat baik, sehingga si calon penebang pohon itu pun bertekad untuk bekerja sebaik mungkin.
Saat mulai bekerja, si majikan memberikan sebuah kapak dan menunjukkan area kerja yang harus diselesaikan dengan target waktu yang telah ditentukan kepada si penebang pohon.
Hari pertama bekerja, dia berhasil merobohkan 8 batang pohon. Sore hari, mendengar hasil kerja si penebang, sang majikan terkesan dan memberikan pujian dengan tulus, “Hasil kerjamu sungguh luar biasa! Saya sangat kagum dengan kemampuanmu menebang pohon-pohon itu. Belum pernah ada yang sepertimu sebelum ini. Teruskan bekerja seperti itu”.
Sangat termotivasi oleh pujian majikannya, keesokan hari si penebang bekerja lebih keras lagi, tetapi dia hanya berhasil merobohkan 7 batang pohon. Hari ketiga, dia bekerja lebih keras lagi, tetapi hasilnya tetap tidak memuaskan bahkan mengecewakan. Semakin bertambahnya hari, semakin sedikit pohon yang berhasil dirobohkan. “Sepertinya aku telah kehilangan kemampuan dan kekuatanku, bagaimana aku dapat mempertanggungjawab kan hasil kerjaku kepada majikan?” pikir penebang pohon merasa malu dan putus asa. Dengan kepala tertunduk dia menghadap ke sang majikan, meminta maaf atas hasil kerja yang kurang memadai dan mengeluh tidak mengerti apa yang telah terjadi.
Sang majikan menyimak dan bertanya kepadanya, “Kapan terakhir kamu mengasah kapak?”
“Mengasah kapak? Saya tidak punya waktu untuk itu, saya sangat sibuk setiap hari menebang pohon dari pagi hingga sore dengan sekuat tenaga”. Kata si penebang.
“Nah, disinilah masalahnya. Ingat, hari pertama kamu kerja? Dengan kapak baru dan terasah, maka kamu bisa menebang pohon dengan hasil luar biasa. Hari-hari berikutnya, dengan tenaga yang sama, menggunakan kapak yang sama tetapi tidak diasah, kamu tahu sendiri, hasilnya semakin menurun. Maka, sesibuk apapun, kamu harus meluangkan waktu untuk mengasah kapakmu, agar setiap hari bekerja dengan tenaga yang sama dan hasil yang maksimal.
Sekarang mulailah mengasah kapakmu dan segera kembali bekerja!” perintah sang majikan. Sambil mengangguk-anggukan kepala dan mengucap terimakasih, si penebang berlalu dari hadapan majikannya untuk mulai mengasah kapak.
Istirahat bukan berarti berhenti ,
Tetapi untuk menempuh perjalanan yang lebih jauh lagi
Sama seperti si penebang pohon, kita pun setiap hari, dari pagi hingga malam hari, seolah terjebak dalam rutinitas terpola. Sibuk, sibuk dan sibuk, sehingga seringkali melupakan sisi lain yang sama pentingnya, yaitu istirahat sejenak mengasah dan mengisi hal-hal baru untuk menambah pengetahuan, wawasan dan spiritual. Jika kita mampu mengatur ritme kegiatan seperti ini, pasti kehidupan kita akan menjadi dinamis, berwawasan dan selalu baru !
Terima kasih telah membaca tulisan saya,
Saya minta maaf jikalau ada kata saya tidak berkenan kepada Allah saya mohon ampun,
Semoga kita selalu istiqomah di jalan Allah,
dan menjadi manusia yg lebih baik lagi, amin ya rabbal alamin,
Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabbarokatuh

Aminnn
ReplyDelete